Part 12
Disaat terakhir,akhirnya identitas ICE terungkap dan itu membuat semua teman-temannya kaget.dan juga hidate muncul disaat teman-teman Hidate sudah ada diujung keputusasaan yang sangat menyedihkan,karena mereka semua hampir terbunuh dan salah satu teman mereka telah mati.
Erik:”jadi apa kamu berniat melawanku dan kedua monster itu?”
Hidate:”tentu,itu hal yang mudah”
Hidate mengeluarkan katana miliknya yaitu MASAMUNE dengan tangan kanannya (pedang legendaris jepang).
Hidate:”jatuhkan mereka berdua masamune”
Hidate menebas kedua tengu itu dan HP tengu itu langsung tersisa 1% dan hidate langsung mengeluarkan jurusnya dengan tangan kirinya.
Hidate:”seribu kicauan burung”
Hidate membidik mereka seperti sedang menggunakan pistol,lalu muncullah listrik hitam berbentuk burung elang terbang menuju kedua tengu itu.serangan itu membuat sang tengu musnah seketika.
Erik:”wah tadi cukup hebat hanya dengan menebas dari jauh mereka semua sudah hampir mati”
Hidate:”itu belum seberapa untuk mengalahkanmu.jadi apa kita akan bertarung di tempat ini?”
Erik:”ya aku rasa tidak karena tempat ini sudah hancur.bagaimana kalo kita kegerbang selanjutnya,gerbang kedamaian”
Hidate:”heeh,baiklah kalau itu maumu.”
Erik:”kalo begitu aku tunggu 5 menit ditempat terakhir kamu menghembuskan nafas.”
Disisi lain...
Kenzo:”hey yuki bagaimana kau tau bahwa dia itu hidate”
Sasaki:”ya aku hanya menebak hal itu saja tidak lebih”
Kenzo:”wah hebat sekali kau bisa melakukan itu.ketua osis memang hebat”
Sasaki:”yah itu tidak penting,yang penting sekarang bagaimana nasib kita selanjutnya dan bagaimana kita nanti menjelaskan semuanya pada hirosaka”
Hikari:”kita pikirkan nanti saja setelah kita sampai diguild.untuk saat ini lebih baik kita terus berlari pergi dari sini,aku merasakan sesuatu hal yang tidak enak disini”
Daiki:”o-oh”
Setelah mereka keluar dari area musuh dengan selamat hidate langsung menuju tempat pertarungan terakhirnya didunia ini.
Erik:”oh ternyata kamu tidak melarikan diri dari pertempuran ini?”
Hidate:”memangnya aku adalah orang yang licik,yang membunuh orang tidak bersalah dengan cara yang sangat menjijikan.cuih...”
Erik:”hey jaga omonganmu itu.aku hanya mengurangi orang lemah didunia ini itu saja”
Hidate:”kalo begitu kamu siap mati ditanganku”
Erik:”itu pun jika kamu bisa mengurangi setengah HP milikku”
Hidate mengeluarkan listrik dari tangan kirinya dan berlari menuju erik.
Erik:”ada apa denganmu bukanya kamu membawa dua pedang dipinggangmu.kenapa kau tidak menggunakannya.apa aku sebegitu lemahnya dimatamu?”
Hidate:”ya bahkan aku juga bisa mengalahkanmu dengan tangan kosong jika kamu bertarung dengan jujur”
Erik:”kalo begitu tunjukan padaku”
“flash power,shield mode,mask mode,muncullah loki”
Hidate:”tebas dia masamune”
Loki yang bangkit langsung ditebas oleh hidate dengan mudah.tetapi erik langsung menghampiri hidate dengan cepat.mereka beradu pedang dengan sangat cepat hingga tidak bisa dilihat dengan mata orang biasa.sangat lama mereka beradu pedang hingga hidate terkena goresan dari erik di topengnya,tetapi hidate membalasnya dengan serangan katana yang sudah dialiri api putih miliknya.namun erik bisa menahanya dengan mudah,tetapi hidate menggunakan tangan kirinya yang mengeluarkan listrik hitam yang sangat kuat untuk menghajar erik.erik yang terkena serangan itu terpental jauh dan Hpnya berkurang 9%.
Erik:”yah hebat sekali kamu,hanya memukulku bisa mengurangi Hpku dengan mudah”
Hidate:”kalo begitu lihat ini.akan aku tunjukan siapa kamu sebenarnya dengan ini”
Hidate membuang topeng putih yang selama ini dia gunakan.
Hidate:”mask mode,Tebasan dewa kematian”
Sorotan mata hidate berubah menjadi sangat tajam seperti kilat yang sudah membidik korbannya.tebasan itu mengenai erik dan tanpa disadari hidate yang baru saja menebas erik dari jauh sudah ada dibelakang erik untuk menebasnya kembali.
Hidate:”siksaan api neraka”
Tebasan kedua hidate sangat dasyat hingga tanah yang ada disampingnya terbelah bahkan hancur berkeping-keping.erik yang terkena serangan itu hanya pasrah dan tidak melawan.
Hidate:”akan aku selesaikan ,1000 tebasan naga api”
Hidate terus menyerang erik dengan sangat cepat bahkan sampai serangannya terlihat seperti seekor naga yang sedang mengamuk.erik yang sedang dihajar habis-habisan hanya tertawa dengan serangan hidate.
Erik:”hahahahaahahaa,ini sangat menarik bisa melawan orang yang kuat hanya dengan beberapa bulan bermain SB.selamat atas kerja kerasmu.hahahahahaa,sekarang aku yang akan membalas serangan darimu.kembalilah seperti semua”
Tiba-tiba serangan hidate menghilang dan hanya tersisa hidate yang sedang mengayunkan katanya pada erik.namun erik menghentikannya dengan kedua jarinya.
Hidate:”akhirnya bos terakhir telah muncul.GM SB yang menjijikan”
Hidate berbicara sambil menarik katananya dan mengayunkanya lagi pada erik.
Erik:”karena kau sudah bekerja keras maka aku akan memberikanmu sebuah hadiah”
Erik membalas serangan hidate hanya dengan menyentil keningnya,namun hidate terlempar jauh kebelakang.
Hidate:”wah sial ternyata memang tidak adil level bos terakhir adalah 100 sedangkan aku hanya level 82.jadi apa hadiah yang akan kau berikan padaku?”
Erik:”aku akan mununjukan wujud asliku padamu”
Hidate:”ott-to sepertinya itu tidak perlu,yang aku butuhkan sekarang adalah sebuah kekuatan untuk membunuhmu” (berusaha bangkit karena terkena serangan erik).
Erik:”itu tidak bisa jika kau aku beri kekuatan untuk membunuhku itu tidak akan menarik lagi”
Hidate:”benarkah?kalo begitu aku akan berusaha untuk membuatnya menarik”
Erik:”oh ternyata kau masih punya semangat yang banyak juga”
Hidate:”tentu saja,jika tidak mana mungkin aku berani melawanmu”
Erik yang sedang mendengarkan hidate berbicara tiba-tiba dia berada dibelakang hidate
Erik:”kalo begitu aku akan membalas pukulan lemahmu tadi”
Hidate:”sial sekali aku hari ini”
Hidate menangkis serangan erik dengan katananya,tapi erik menusuk perut hidate dengan pedangnya.
Hidate:”ahhh sial sekali aku langsung terkena tusukan diperutku,mungkin jika didunia nyata aku akan langsung mati.hey erik?apakah kamu tahu rasanya terkena tusukan di jantungmu erik?.oh iya erik aku lupa sesuatu untuk ditanyakan kepadamu?atau bisa aku panggil kamu Yagami Kurosaki?”
Erik:”ya terserah kau mau memanggilku apa aku tidak peduli.jadi apa yang ingin kau tanykan kepadaku?
Hidate:”apa kamu yang telah membunuh ayahku?
Erik:”hah???apa maksudmu akashi hayate ?
Hidate:”iya”
Erik:”oh jadi kau adalah anak dari akashi sialan itu.pantas saja kalian sama saja bodohnya.hahaha”
Hidate:”kalo begitu aku anggap jawaban darimu iya”
Erik:”oh iya memang aku yang membunuhnya.aku sangat membencinya,bahkan aku ingin sekali membunuh semua keluarganya termasuk dirimu!”
Erik menebas hidate dari jauh namun hidate menghindarinya dengan mudah.
Hidate:”kalo begitu kamu akan mendapat balasan dariku”
Erik:”ya kesini kau bocah kurang ajar.agar aku bisa membunuhmu seperti ayahmu”
Hidate:”apa maksudmu hah?”
Erik:”ya aku membunuh akashi didalam game ini,bahkan aku juga menggunakan pedang ini untuk membunuhnya.sekarang giliranmu untuk mati ditangan pedang ini”
Hidate:”sekarang aku paham apa yang terjadi sebenarnya”
Erik:”ya terserah kamu saja,lagi pula kau sebentar lagi akan mati”
Hidate yang sedang marah karena mengetahui semua hal itu membuka fitur menu SB dan dia terlihat sedang mencari sesuatu dipenyimpanan item miliknya.wajahnya seperti seorang iblis yang akan membunuh siapapun yang ada didepannya.
~Bersambung~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar